Selasa, 01 Januari 2013

DIMAS KANJENG TAAT PRIBADI 2012


KAROMAH - Dimas Kanjeng Taat Pribadi, pengasuh Padepokan Dimas Kanjeng Taat Pribadi, dari Desa Wangkal, Kecamatan Gading, Kabupaten Probolinggo, Provinsi Jawa Timur jelang Hari Raya Idul Fitri 1433 H ini membagikan uang santunan sedikitnya Rp 1 miliar kepada sedikitnya 10.000 orang fakir miskin. Mereka dikumpulkan di padepokan dan diberi santunan Rp 100.000,- per orang dengan nilai pecahan Rp 50.000,- dan Rp 100.000,- Santunan dibagikan secara maraton sejak hari Minggu 12 Agustus 2012 dan mendapat pengawalan ketat dari petugas Kepolisian dan TNI (Surat Kabar 'Surya' | Dimas Kanjeng Taat Pribadi | Datangkan Rp 63 Juta dalam Sekejap | Senin, 13 Agustus 2012 | hal 1, 7).

Didepan sejumlah wartawan, Dimas Kanjeng Taat Pribadi mendemonstrasikan cara menarik uang secara ghaib. Sebelum memulai aksinya, dia meminta tangannya disemprot minyak wangi. Lalu kedua tangannya kembali ditarik ke belakang pinggang. Setelah beberapa detik, tangannya ditarik kedepan dan sudah terlihat pecahan uang asing, mulai dari dollar AS, dollar Singapura, dollar Hongkong, dollar Australia, dollar Kanada, Real, Ringgit, Bath, Yen, Yuan, Poundsterling, dan Euro. Ini asli, silahkan cek di Bank. Kalau tidak asli, silahkan saya (Dimas Kanjeng Taat Pribadi) dilaporkan ke Polisi. Ada wartawan yang meminta Kanjeng mendatangkan jam tangan Rolex. Setelah dilakukan, ternyata dia bisa mendatangkan tiga jenis sekaligus.

Ketika dimintai komentarnya tentang berita itu mas Bejo, sobat penulis, menyatakan kekagumannya. Indonesia sejak dahulu kala sampai sekarang memang gudangnya orang-orang 'pintar' atau 'sakti'. Dia berharap santunan yang dilakukan oleh Kanjeng Taat Pribadi ini diikuti oleh para konglomerat atau pengusaha kaya di Indonesia khususnya yang beragama Islam seperti yang dilakukan seorang pengusaha di daerah Madura yang mengeluarkan zakat mal sekitar Rp 1 miliar beberapa waktu lalu. Alangkah indahnya hidup ini bila banyak orang-orang kaya di Indonesia yang peduli kepada para fakir miskin, anak yatim piatu, dan orang-orang yang hidupnya susah. Orang kaya yang bersyukur dan orang miskin yang sabar.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar