Selasa, 01 Januari 2013

DIMAS KANJENG 2008

PROBOLINGGO - Nama Kanjeng Dimas Taat Pribadi kini sedang jadi pembicaraan di kawasan Kecamatan Gading Kabupaten Probolinggo. Sebab, lelaki ini mengaku dapat amanah membagikan duit miliaran rupiah kepada orang tak mampu. Bahkan kini dia berencana membagikan uang sekitar Rp 10 M di lapangan Gading.

Rabu (21/5), Radar Bromo menjumpai lelaki yang lebih suka dipanggil Dimas Kanjeng itu di rumahnya di Desa Wangkal, Gading. Menurutnya, aksi bagi-bagi duit itu semata-mata untuk membantu warga yang tidak mampu.

Dia mengaku sudah dua kali melakukan acara bagi-bagi duit. Yang pertama pada 26 Agustus, dia bagi-bagi duit senilai total Rp 50 juta di Curahsawo, Gending. Kedua, pada 1 Mei dia bagi-bagi duit lagi di kediamannya sendiri. Saat itu dia membagikan duit senilai total Rp 100 juta.

Kini, Taat Pribadi berencana membagikan lagi duit senilai sekitar Rp 10 miliar di lapangan Gading. "Tapi, nanti guru saya yang memberi tahu (soal besaran pastinya, Red)," katanya. Yang jelas, lanjutnya, acara itu bakal dia lakukan selepas tanggal 25 Mei. Bahkan untuk itu ia sudah memesan 60 ton besar yang juga akan dibagikan.

Dari mana uang itu? Taat Pribadi sehari-harinya disibukkan dengan aktivitas mengobati orang sakit yang datang kepadanya. Ketika ditanya usahanya, Taat Pribadi mengaku hanya bertani biasa. "Uang itu bukan milik saya. Uang itu amanah dari guru saya," kata lelaki bertubuh tambun itu.

Namun, Taat Pribadi tak bersedia menyebutkan siapa gurunya itu. Ia hanya menceritakan sudah belajar ke gurunya itu sejak tahun 2000. Dengan bimbingan gurunya itu, ia mengaku telah melakukan ritual puasa kurang lebih 41 hari dan melakukan puasa putih. Terakhir, ia puasa tidak berbicara secara bertahap. Tahap pertama yakni 7 hari, meningkat 21 hari dan terakhir selama 41 hari.

Taat Pribadi menegaskan, gurunya banyak memiliki murid. Dia hanya salah satunya. Menurutnya, ajaran sang guru juga tidak sesat. Dia juga tetap wajib menjalankan salat lima waktu. "Guru saya bilang kalau saya sudah pantas memakai nama Dimas Kanjeng," ucap Taat Pribadi.

Selain dinyatakan sudah pantas menyandang nama Dimas Kanjeng, dia juga sudah dipercaya menyantuni orang-orang. Dan untuk itu, menurutnya, dia harus disumpah terlebih dulu. Tujuannya agar uang itu benar-benar dibagikan kepada orang tak mampu, bukannya dibawa lari sendiri.

Seperti sebelum pembagian duit di rumahnya sendiri pada 1 Mei lalu, dia mengaku lebih dulu disumpah di Hotel Srikandi. "Sumpah itu juga dilakukan di hadapan teman-teman," tutur bapak dari tiga anak ini.

Taat Pribadi juga menjamin, uang yang ia bagikan itu uang asli. "Murni uang guru saya. Tidak ada unsur pelipatgandaan atau penipuan," kata suami dari perempuan bernama Rahma ini.

Acara di kediaman Taat Pribadi pada 1 Mei lalu sempat didokumentasikan. VCD acara itu kini beredar di tangan banyak pihak. Acara tersebut dikemas dengan tajuk Selamatan dan Tasyakuran Keluarga Besar R. Dimas Kanjeng.

Kepada warga yang datang di acara tersebut, Taat Pribadi sempat menunjukkan langsung sebagian duit (Rp 21 M) yang ia sebut sebagai amanah dari gurunya itu. Duit itu disimpan dalam lima kardus (seukuran kardus air minum kemasan) dan satu kotak (ukuran dua kali kardus air minum kemasan).

"Ini bukan uang palsu. Ini pencairan pertama," kata Taat Pribadi sambil meraup sebagian duit kertas Rp 100 ribuan dari dalam kotak dan menunjukkannya kepada yang hadir di acara itu. Sontak terdengar tepuk tangan bergemuruh. (fun)



http://www2.jawapos.co.id/radar/index.php?act=detail&rid=25565

[ Senin, 08 September 2008 ]
Bagi-Bagi Duit Lagi
PROBOLINGGO - Taat Pribadi, lelaki asal Desa Wangkal, Gading Kabupaten Probolinggo, beraksi lagi. Lelaki berjuluk Dimas Kanjeng yang mengaku punya duit miliaran rupiah untuk disantunkan kepada orang miskin itu kembali bagi-bagi duit, Sabtu (6/9).

Acara bagi-bagi duit dilakukan di rumahnya di Desa Wangkal, Gading. Ia mengaku membagikan duit total Rp 50 juta kepada ratusan warga miskin. Per orang mendapat bagian Rp 50 ribu.

Sekitar pukul 15.30 acara bertajuk buka puasa bersama itu dimulai. Saat itu hadir jajaran Muspika Gading plus sejumlah personel kepolisian. Para warga miskin yang hadir telah mendapat kartu sebelumnya. "Ini hanya untuk memudahkan pemberian santunan kepada masing-masing warga miskin itu," kata Taat Pribadi kepada Radar Bromo.

Menurutnya, santunan yang dia berikan hari itu baru tahap pertama di bulan puasa. Masih ada kelanjutannya. "Pokoknya, selama bulan puasa, saya mempersiapkan uang sebanyak kurang lebih Rp 2 miliar untuk diberikan kepada masyarakat miskin," katanya.

Ada juga warga yang tak dapat kartu, tapi ikut datang sore itu. "Tetapi walau mereka tidak saya undang, mereka tetap saya santuni 50 ribuan masing-masing orang. Kalau dihitung-hitung semuanya, lebih dari 50 juta Mas," terangnya.

Untuk tahap selanjutnya, dia berjanji mengundang lebih banyak orang lagi. "Insyaallah untuk tahap kedua jumlah warga miskin yang akan saya undang sebanyak 5 ribu sampai 10 ribu orang. soal waktunya masih belum bisa saya tentukan sekarang. Pokoknya selama bulan puasa ini," katanya.

Dari mana duit itu sebenarnya? Dimas Kanjeng menjawab dengan santai. Menurutnya, itu duitnya sendiri yang akan digunakan untuk semata-mata santunan kepada orang miskin. "Yang jelas ini bukan uang hasil tidak karuan atau merampok. Kalau ada orang bertanya, dari mana dapat uang itu, saya akan menjawab, itu rahasia saya. Dan hanya Dimas Kanjeng dengan Allah yang tahu," akunya.

Apa yang dilakukan Taat Pribadi tak lepas dari kecurigaan orang. Jangan-jangan uang itu palsu? Jangan-jangan uang itu diperoleh dengan cara yang tidak benar? Soal kecurigaan itu Taat Pribadi menyatakan siap dikomplain. "Kapan saja, malam atau siang saya akan layani. Dan saya akan kembalikan uangnya kalau memang terbukti merasa dirugikan oleh saya," ucapnya.

Ia menyatakan, semua uang yang dia berikan kepada warga miskin itu asli uang pribadinya. "Oleh karena itu, saya mengharap kepada warga miskin yang mendapatkan uang ini, tolong gunakan kepada hal yang baik-baik. Gunakan uang ini untuk ibadah kepada Allah. Jangan sampai disalah gunakan," ujar Taat Pribadi.

Mereka yang kebagian duit itu pun giran. Salah satunya adalah Sufi'ah, 60, asal desa Gading Wetan. "Kami sangat berterima kasih," katanya. "Uang ini akan saya gunakan untuk kebutuhan Ramadan," tuturnya. (ain)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar