Jumat, 04 Januari 2013

DIMAS KANJENG TAAT PRIBADI cara syarat yang aneh


RITUAL menangkap ayam hutan di Semeru dan udang di petilasan Gajah Mada dikabarkan menjadi salah satu syaratnya. Ada juga yang mengaku wajib setor ‘mahar’ jutaan rupiah. Janjinya, asal ikhlas maka uang akan kembali dalam jumlah yang lebih besar.
Suka membagi-bagikan harta untuk fakir miskin menjadi salah satu kharisma Dimas Kanjeng Taat Pribadi. Tapi di luar kehebatan dan kekayaannya, ternyata ada sejumlah anggapan miring dialamatkan kepadanya. Mulianto Prio, warga Tasikmalaya, Jabar misalnya, mengaku menjadi korban Dimas Kanjeng.
Melalui internet, 11 Agustus 2012 lalu, Mulianto mengatakan, istrinya sempat setor uang Rp 10 juta melalui orang yang mengatasnamakan dari padepokan Dimas Kanjeng. Istri Mulianto dijanjikan bakal menerima pengembalian uang berlipat ganda melalui sebuah dompet ghaib. Tetapi hingga kini janji tersebut belum juga terwujud.
Tidak hanya Mulianto, sebuah grup terbuka Facebook menjadi tumpahan uneg-uneg  untuk menyudutkan Dimas Kanjeng. Sebuah pemilik akun bernama Nyai Ajeng (bukan nama asli) mempertanyakan, janji Dimas Kanjeng yang bakal mencairkan uang amanah. Demikian juga pemilik akun, Haji Yasin Reng Wangkal, terlihat rajin mengritisi dan menyudutkan Dimas Kanjeng.
”Sampai detik ini belum terbukti keberadaan uang amanah. Anehnya sampai saat ini korban belum ada yang berani melapor, inilah sulitnya mengunggkap penipuan yang dijalankan Taat Pribadi,” ujar Nyai Ageng dalam statusnya tanggal 23 Desember 2012 lalu.
Hal senada diungkapkan seorang warga Kabupaten Sampang.  Hingga kini Bassir (39), warga desa Napo Daya, Omben masih berharap uang yang telah disetorkan sejak Februari 2009 segera dikembalikan."Saya sudah nunggu lama, tapi sampai sekarang uang saya sebesar Rp 6 juta  belum dikembalikan," katanya.
Bassir mengaku sangat kesal dengan alasan koordinator lapangan (korlap), Abdullah, asal Jember yang selalu berbeli-belit ketika uangnya ditagih."Dia beralasan saya kurang ikhlas, makanya uang saya tidak bisa cair," tuturnya
Sebab persyaratan uang itu bisa cair jika pengikut yang telah menyetorkan uang telah betul-betul ikhlas."Selama saya masih menagih, berarti saya di anggap tidak ikhlas. Maka uang itu tidak bisa cair. Ini kan sama saja bohong," katanya
Bassir menceritakan, awal mula dia tertarik untuk menyetor uang karena diajnjikan keuntungan yang berlipat. "Waktu itu saya dijanjikan pasca setor Rp 3 juta, maka akan mendapat uang Rp 3 miliar dengan syarat harus ikhlas," ucapnya
Selain mendapatkan keuntungan berlipat, korlap aliran waktu itu mengatakan bahwa ajaran itu membentuk pribadi yang mampu menata jiwa dengan inti ajaran ikhlas dan tawakkal. "Jika para pengikut telah menerapkan ajaran itu sampai pada level puncak, maka akan mudah masuk surga," tuturnya
Kini Bassir sudah tidak lagi berharap keuntungan berlipat yang pernah dijanjikan, tapi bagaimana uang yang telah disetorkan segera dikembalikan. "Saya sudah tidak percaya lagi, saya hanya mohon uang saya dikembalikan," tandasnya
Sementara menurut korban lainya,  H Khusairi (63), warga Desa Rohayu Kec. Kedungdung Sampang, dia sangat menyesalkan aksi sindikat itu dengan membawa-bawa ajaran islam untuk melakukan penipuan. "Saya sempat bayar Rp 3 juta, tapi sampai sekarang belum cair," ujarnya
Kekecewaan juga disampaikan Hj Towiyah, dia mulanya sangat percaya dengan iming-iming uang berlipat. Apalagi ajaran itu sangat religius dengan membawa inti ajaran keikhlasan. "Tapi justru ajaran ikhlas itu hanya kedok untuk mempermudah melakukan aksi penipuan," tandas wanita asal desa Jrangoan, Kec Omben Sampang ini.
Kekesalan itu semakin menjadi ketika diketahui uang itu tidak akan bisa cair. Sebab ketika ditagih pasti menjawab belum ikhlas. Nah, kalau belum ikhlas, uang tidak akan pernah cair. "Padahal uang itu tabungan saya untuk membelikan sepeda motor anak saya untuk dipakai sekolah," tandasnya
Baik Bassir, H Khusairi maupun Hj Towiyah hanya bisa berharap pihak kepolisian mengusut kasus penipuan yang berkedok ikhlas itu. "Saya harap polisi segera menangkap para penipunya," tegasnya.
Seorang pengikut padepokan lain yang namanya tidak mau disebutkan mengatakan bahwa setiap orang yang bergabung disana memiliki tujuan yang lebih dari sekadar mengejar materi, namun juga mengejar ilmu tentang kesempurnaan hidup. Ia mengaku bergabung sejak 2005 dan telah menjalani semua petunjuk gurunya.
“Saya dituntut untuk berhati bersih, ikhlas, jujur serta telah menyelesaikan ritual, yakni menangkap 7 ekor ayam hutan di gunung semeru tanpa membawa bekal apapun, juga menangkap 2.000 ekor udang di sebuah sungai bekas petilasan Gajah Mada dan harus membawanya dalam keadaan hidup ke Surabaya. Saya juga pernah menjalani ritual mandi di petilasan tokoh-tokoh sakti. Ritual itu bila sudah selesai dilaksanakan, maka kita akan diberi kantong ajaib yang bisa mengeluarkan uang yang tak pernah habis,” ujarnya.
Selain kantong ajaib, padepokan itu menjanjikan anggotanya bisa menguasai beragam ilmu, seperti ilmu kesempurnaan hidup, kesaktian dan sebagainya. Salah satunya adalah ilmu kewalian,  jika seseorang menguasai ilmu itu maka akan bisa menggandakan wujudnya menjadi banyak. “Guru saya Kanjeng Taat Pribadi menguasai ilmu itu dengan baik dan bisa menggandakan wujudnya menjadi 10,” paparnya.
Jika semua syarat dan ritual sudah dipenuhi, serta seseorang sudah dinyatakan bersih hatinya, seseorang harus bersedia meninggalkan kehidupan duniawinya, seperti menjual harta bendanya dan hasilnya diserahkan pada padepokan Kanjeng Taat Pribadi. “Setelah semua selesai dan santri disana telah menguasai ilmu kesempurnaan hidup, barulah kita bisa menerima kantong ajaib itu,” ujarnya.
Apakah di Padepokan Kanjeng Taat Pribadi terdapat banyak tokoh atau pejabat yang bergabung? “Konon sangat banyak, diantaranya Marwah Daud Ibrahim dan Jusuf Kalla. Pengusaha-pengusaha itu menjadi kaya, katanya karena mereka diberi keahlian oleh Gusti Kanjeng Taat Pribadi,” ujarnya
Ia mengaku sudah sejak 2005 bergabung dengan Padepokan Kanjeng Taat Pribadi dan hingga kini ia belum juga mendapat kantong ajaib yang dijanjikan. 

‘Biar Dibalas Allah’

Dikonfirmasi soal ini, Sekretaris Yayasan Padepokan Dimas Kanjen Taat Pribadi, Suryono mengatakan, bukan sekali dua kali Dimas Kanjeng disudutkan orang. ”Bahkan ada beberapa orang yang lapor polisi, tetapi karena tidak didukung saksi dan bukti kuat, ya laporan itu tidak digubris polisi,” ujarnya.
Dikatakan memang ada sebagian orang yang mengatasnamakan Dimas Kanjeng untuk meraup keuntungan pribadi. Ada lagi yang menyudutkan Dimas Kanjeng melalui internet. ”Tetapi karena Dimas Kanjeng melarang kami menyerang balik orang-orang yang menyudutkan Dimas Kanjeng, ya kami diam saja. Biarlah Allah yang membalas mereka,” ujar Suryono.
Yang jelas hingga kini, padepokan mencatat sekitar 17.000 orang dari seluruh Indonesia menjadi santri Dimas Kanjeng. ”Kalau Dimas Kanjeng punya acara, barulah mereka diundang untuk datang atau partisipasi,” ujarnya.
Sebagian sumbangan santri itu dirupakan dalam bentuk infrastruktur di padepokan. Padepokan yang awalnya berpusat di rumah Dimas Kanjeng pun akhirnya meluas hingga sekitar 1 hektare.
Disinggung soal orang-orang yang menyetorkan uang amanah dengan imbalan kantong ajaib, Suryono awalnya enggan berkomentar. Ketika disinggung ada nama pengusaha besar, sekaligus Ketua Umum Parpol yang memiliki kantong ajaib tersebut, Suryono membenarkannya.
Ia kemudian menyebutkan sejumlah nama pengusaha besar baik tingkat regional Jatim hingga nasional, yang memiliki kantong ajaib itu. ”Waduh telanjur menyebutkan nama-nama, sebenarnya ini rahasia. Kalaupun dikonfirmasi balik, orang-orang tersebut bakal membantahnya, ya karena memang rahasia, ghaib,” ujarnya.
Suryono mengakui, untuk mendapatkan kantong ajaib itu harus ditebus dengan uang jutaan. ”Karena untuk menyiapkan kantong itu, Dimas Kanjeng juga perlu waktu dan pengorbanan besar,”

20 komentar:

  1. KALAU SAYA SIH LOGIKA SAJA. TUNTUNAN NABI KITA MOHAMMAD TIDAK PERNAH MENGANJURKAN UMATNYA MENCARI RIZKI DENGAN JALAN PINTAS. NAH.. KALAU PADEPOKAN INI SAYA RASA CUMA CARI PENCITRAAN SAJA. ISINYA HANYA GELIMANGAN GEMERLAPNYA DUNIA. SMOGA KITA DIGOLONGKAN ORANG2 YANG BERIMAN SESUNGGUHNYA, AMIN.

    BalasHapus
    Balasan
    1. itu betul sekali brooo gua sependapet ama luuuuu

      Hapus
    2. Sama broo gw malah kaga percaya..

      Hapus
    3. sip...skrg msti hati2 dg model janji2...

      Hapus
    4. kenape ade gak orang cam gitu...... dah kaki tipu hang bersorban saye rase hang pandai baca alquran tapi hang penipu hang musuh Negara hang musuh allah




      Hapus
  2. menurut saya selaku orang awam/orang bodoh, coba cari dulu ilmu ikhlas yang sebenarnya, bukankah ikhlas itu tidak mengharapkan apapun setelah memberi.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ikhlas mah kaga pake target mass...100 perak juga cukup..' =)) ª=D ~
      .~/ / \_. ª=D ~
      _( \_ Ɨƚa..Ɨƚa..Ɨƚa..
      Ɨƚa..Ɨƚa..Ɨƚa..
      \ː̗=))ː̖
      ^'// \_
      ^'ƗƗaƗƗaƗƗa "̮
       '
      ╰ː̗=Dː̖︿
      ︿)

      Hapus
  3. Yang kita diperintahkan untuk bekerja agar bisa mendapatkan uang dengan cara yang sehat menurut logika akal sehat kita. karena akal merupakan karunia tertinggi bagi semua makhluk ciptaan Allah. dan akal hanya diberikan kepada manusia. maka " afala tak kiluun ? "
    Nabi Muhammad junjungan kita bersama pun mengajarkan dan mencontohkan bagaimana cara mencari uang yang halal yaitu dengan berdagang. Beliau seorang penghulu para nabi tetapi tetap menjalani fitrahnya sebagai manusia berjalan dari satu kota ke kota lainya sampai bercucuran keringat untuk menawarkan barang daganganya. Dan itulah sebaik-baik contoh.mau ambil contoh dari siapa lagi ?....Beliau lah sebaik-baik contoh yang Allah berikan kepada kita.
    Mari kita sama renungkan ...peristiwa seperti ini sudah berkali kali terjadi.. tetapi mengapa kita tidak mau mengambil pelajran.
    Mari kita kerja keras kita gunakan kedua tangan kita untuk bekerja keras dan maksimal. Hasilnya.....? Terserah kepada Allah.
    Ingat ridho Allah adalah diatas segalanya...? Itu yang sebenar-benarnya yang kita cari.
    Ayo mulai belajar dari apa-apa yang terjadi di sekeliling kita....

    BalasHapus
  4. Mari ..mari saudaraku ..kita kembali ke kitab suci Al qur 'an yang tidak ada keraguan sedikitpun didalamnya dan sunnah nabi yang bisa kita ikuti dan praktekkan.
    "Tawasau bil haqqi watawassau bishobri"

    BalasHapus
  5. cukup kerja keras,+ berdoa +, tawakal,: kaya masuk surga.

    BalasHapus
  6. Ikut prihatin kepada orang-orang yang sudah kena perangkap penipuan dengan atas nama Agama. Logika dan nalar harus tetap kita gunakan.
    Kalo memang niat kita sedekah/menyumbang. lakukanlah dengan ihklas dan tidak harus ke padepokan ini, boleh ke lingkungan terkdekat yang membutuhkannya.
    Allah sendiri sudah berjanji akan melipatgandakan setiap harta yang di dermakan dengan ihklas. Tidak ada mahar dan tidak ada dopet gaib dan tetekbengek semua akan dibuktikan janji Allah. Namun demikian harus tetap kerja keras, tulus, tekun tanpa menyerah serta diikuti dengan doa.

    BalasHapus
  7. kalau lagi kepepet pasti ujung2 x yah percaya sama hal yg mudah n gampang didapat..tu gimana cara x biar ga terjerumus hal yg sulit tu kita waspadai..

    BalasHapus
  8. jaman iki arep dadio opo...sluman slumun slamet..lurrrr

    BalasHapus
  9. Pada mau jadi tukang tipu semua tuh santri nya si dimas taat pribadi.....(`'•.¸(` '•. ¸* ¸.•'´)¸.•'´)..
    ‎​Ẅªªĸªªĸªªĸ=D=))=Dẅªªĸªªĸªªĸ
    ..(¸. •'´(¸.•'´ * `'•.¸)`'•.¸ ).
    وَكَكَكْ... وَكَكَكْ=)) وَكَكَكْ... وَكَكَكْ=D

    BalasHapus
  10. astagfirullah, jaman modern kayak gini masih saja banyak orang yg pemikirannya terbelakang, bayangkan ribuan orang yg tertipu dengan penipuan penggadaan uang.pantesan negara ini gak maju2, sedangkan pemerintahan setempat tutup mata,

    BalasHapus
  11. Hal ini udah bertahun tahun kenapa gak ada yang berani lapor polisi!
    Buka mata dan pikiran, ayolah sampai kapan Indonesia seperti ini -_-

    BalasHapus