Minggu, 23 Desember 2012

DIMAS KANJENG TAAT PRIBADI


Kabupaten probolinggo bakal jadi perhatian nasional, tinggal menghitung bulan dengan menyebarnya anggota Padepokan dimas kanjeng taat pribadi dari pelosok nusantara,  Pria kelahiran desa wangkal  pada tanggal 28 April 1970 dari seorang ayah bapak musta’in mantan kapolsek gading. Sejak kecil taat pribadi selalu menjadi perhatian teman-temannya selain wajahnya yang ganteng dia selalu membuat heboh tetangganya,teman-temmanya mulai dari pengumpulan  KTP untuk bantuan KUT yang bermasalah, menjadi kordinator Amalillah yang juga banyak memakan korban dan buka jaringan sendiri dengan UANG AMANAH DARI BELIAU (Beliau  adalah sebuatan untuk abah ilyas guru taat pribadi) mulai dari tahun 2000 berguru dan menjadi mantra abah ilyas untuk mencari nasabah dengan janji melipat gandakan dana yang disetor, 5 juta akan kembali 50 juta. Taat pribadi tidak sendirian berguru kepada abah ilyas, tapi teman-teman yang lain keluar dari abah ilyas kanena abah ilyas sudah berbohong dengan janji-janjinya. Dengan kesetiaanya taat pribadi dengan abah ilyas di beri gelar Dimas Kanjeng Taat Pribadi. Karna teman-temannya taat pribadi yang berontak kepada abah ilyas sampai mengancam nyawa abah ilyas, ahirnya abah ilyas bersumpah akan menurunkan ilmunya kepada taat pribadi dan taat pribadi akan mewarisi semua ilmunya yang abah ilyas miliki. Abah ilyas meramalkan taat pribadi akan jadi orang yang terkenal. Dengan wajah yang menyakinkan bicaranya yang enak taat pribadi bisa mengajak teman-temannya dengan dibentuk TIM 9. Dari TIM 9 ini terus berkembang. Pertemuan dan pragaan proses mengambilan uang dari alam ghaib dan sumpah kesetiaan oleh abah ilyas di hotel sri kandi kraksaan membuat anak buahnya taat pribadi tambah mantap. Untuk menyakinkan public dan media taat pribadi membuat acara santunan di lapangan wangkal pada tanggal 28 mei 2008. Dalam pengakuan taan pribadi ketika ditanya usahanya, Taat Pribadi mengaku hanya bertani biasa. "Uang itu bukan milik saya. Uang itu amanah dari guru saya," kata lelaki bertubuh tambun itu.
Namun, Taat Pribadi tak bersedia menyebutkan siapa gurunya itu. Ia hanya menceritakan sudah belajar ke gurunya itu sejak tahun 2000. Dengan bimbingan gurunya itu, ia mengaku telah melakukan ritual puasa kurang lebih 41 hari dan melakukan puasa putih. Terakhir, ia puasa tidak berbicara secara bertahap. Tahap pertama yakni 7 hari, meningkat 21 hari dan terakhir selama 41 hari.. "Guru saya bilang kalau saya sudah pantas memakai nama Dimas Kanjeng,"
Pengakuan taat pribadi kepada media.

Setelah pengakuan pertama sampai dengan pengakuan dalam acara-acara selalu berubah-rubah, karna menjadi sorotan masyarakat taat pribadi mengaku dapat uang dari bisnis mobil mewah, batu bara, dan berian. Padahal profesi ini baru tidak jelas dimata masyarakat dan anak buahnya, tersering di gembar-gemborkan taat pribadi bisa mendatangkan uang dari alam ghaib dan benda-benda yang lain, seperti berlian, emas, jam rolex dll. Banyak yang mengetes berlian dan emas yang diberikan kepada anggotanya, ternyata setelah di TEST semua palsu, setelah anggotanya Tanya ke taat pribadi hanya bilang bukan waktunya dijual karna prosesnya belum selesai. Sudah bertahun-tahun, janji demi janji yang di sampaikan ternyata sampai detik ini belum terbukti keberadaan UANG AMANAH itu.  Anehnya sampai saat ini korban belum ada yang berani melapor, inilah sulitnya mengunggkap penipuan yang dijalankan taat pribadi sampai sekarang anggotanya sudah sampai 25 ribu anggota dengan setoran di atas seratus juta dan ada yang setor  1Milyar lebih.  Setiap ada santuna untuk anak yatim dan fakir miskin taat pribadi selalu minta iuran dari anggota dari yang paling kecil 300ribu sampai tidak terbatas, dengan janji semakin banyak setoran semakin banyak uang yang akan di dapat. Untuk menunjukan agar anggotanya yakin taat pribadi sering berpragaan mengambil uang dari belakang badannya dengan ghaib. Pengakuannya sampai saat ini uang yang diangkat sudah mencapai 2 bilyun atau melebihi hutang Negara kita. Yang menjadi pertanyaan kenapa Aparat, BPK dan dll diam saja? Padahal korban sudah banya. Bersambung…

1 komentar: